<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d28922767\x26blogName\x3dOrang+Indonesia\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLACK\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://yamadhipati.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://yamadhipati.blogspot.com/\x26vt\x3d6831795234875758538', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Monday, April 07, 2008

FITNA: KEGAGALAN UMAT ISLAM

Dalam setiap kegagalan orang cenderung mencari kambing hitam. Menunjuk hidung orang lain untuk disalahkan sangat mudah. Sementara mengakui ketidak mampuan diri sangatlah berat. Kebanyakan orang gagal mencari apa yang salah pada dirinya. Ibarat orang yang menderita sakit berbahaya namun tidak pernah berhasil menemukan penyakitnya. Gagal mengidentifikasi apa jenis virusnya, di mana letaknya dan bagian tubuh yang mana paling parah menderita. Bagaimana kita mengharapkan orang seperti ini untuk sembuh kalau dia tidak pernah tahu harus membeli obat apa. Lebih parah lagi jika orang tersebut tidak menyadari bahwa dirinya sakit. Bahwa ada sesuatu yang salah pada dirinya. Akibatnya penyakit akan tetap bersarang di tubuhnya tanpa dia berbuat apa-apa untuk menyembuhkannya.


Kita umat Islam adalah tubuh yang sedang sakit ini. Sayangnya kita tidak mampu melihat penyakit itu. Bahkan ada kecenderungan untuk tidak menerima bahwa ada sesuatu yang sakit pada bagian tubuh kita. Akibatnya kita selalu menyalahkan orang lain dalam setiap kegagalan dan kelemahan yang kita derita. Kita lebih suka membicarakan konspirasi "musuh-musuh Islam" ketimbang memperbaiki diri. Selalu curiga. Paranoid.

Kita jadi sensi dan mudah tersinggung. Cepat marah. Bahkan merusak. Tipikal orang frustrasi. Setiap kali tersinggung, kita jadi gelap mata dan mengamuk. Padahal orang yang gelap mata berarti kehilangan kesadaran. Tidak mampu melihat dengan jernih. Tindakannyapun tidak lagi didasarkan pada pertimbangan yang matang dan masuk akal. Emosi telah menggantikannya. Dalam kecerobohan dan tindakan-tindakan bodoh tersebut, kita tidak menyadari siapa yang dirugikan dan siapa yang paling diuntungkan.

Kemenangan dan kejayaan di dunia ditentukan oleh kemampuan memaksimalkan penggunaan akal dan penguasaan ilmu pengetahuan. Demikian sunnatullah menghendaki. Kita telah mengalami dan membuktikannya. Berabad-abad umat Islam berada di bawah. Hanya menjadi penonton sekaligus obyek pelengkap penderita. Inferior. Ini menegaskan bahwa kelompok yang baik dan benar - jika kita menganggap diri sebagai kelompok yang benar - tidak selalu menang. Pepatah mengatakan bahwa kejahatan yang terorganisir bisa mengalahkan kebaikan yang tak ditata.

Umat Islam dalam pandagan barat adalah umat yang beringas. Suka kekerasan dan merusak. Mereka bahkan mengira bahwa ajaran Islam yang mengajarkan demikian. Mereka tidak sepenuhnya salah jika beranggapan demikian. Karena memang hal-hal negatif itulah yang sampai di telinga mereka. Yang mereka lihat setiap hari. Sebagai orang yang tidak beragama Islam mereka tidak merasa berkewajiban mempelajari sedalam-dalamnya ajaran Islam yang sebenarnya. Sebagaimana orang Islam juga tidak merasa berkewajiban mempelajari sedalam-dalamnya ajaran agama lain. Maka sangat salah jika kita menuntut mereka untuk memahami dan mengetahui ajaran Islam yang sebenarnya.

Umat Islamlah yang berkewajiban menampilkan diri dan agamanya sebagai ajaran yang baik. Sekali-kali jangan dibalik. Jangan menuntut orang lain untuk mempelajari dan memahami ajaran Islam yang sebenarnya. Di sinilah letak kegagalan umat Islam. Untuk menyampaikan dakwah Islam dan menampilkan citra yang baik, kita harus menguasai teknologi informasi. Untuk menunjukkan kepada dunia bahwa umat Islam memilki sumbangan pada peradaban dan kemaslahatan hidup manusia kita harus punya andil dalam kemajuan ilmu pengetahuan.

Sayangnya teknologi dan ilmu pengetahuan tidak dimiliki umat Islam. Umat Islam memang pernah memiliki sumbangan terhadap ilmu pengetahuan di masa lalu. Tapi Jumlah dan kualitasnya tidak berarti jika dibandingkan dengan pencapaian ilmu pengetahuan modern. Wajar jika orang barat menganggap Umat Islam tidak memberikan sumbangan berarti bagi ilmu pengetahuan. Dan karena tidak menguasai teknologi informasi, Umat Islam gagal menyampaikan dakwah kepada mereka.

Kasus karikatur Nabi dan film Fitna adalah bentuk kemarahan dan kebencian mereka terhadap umat Islam. Mereka berhak marah dan benci. Yang mereka tahu dan dengar tentang Islam memang kekerasan dan kebiadaban. Dan sebagai manusia-manusia yang merasa diri sebagai beradab, mereka marah dan benci kepada umat Islam yang suka merusak. Mengancam keamanan dunia. Kita harus bisa memahami perasaan orang lain. Kemarahan dan kebencian mereka. Kita juga marah kalau setiap hari mendengar ada orang ingin mengganggu kita. Membuat kerusakan dan mengancam keamanan kita. Membunuh dengan bom saudara-saudara kita yang sedang berlibur. Menculik dan memenggal kepala teman kita, padahal dia hanya seorang wartawan yang sedang menjalankan tugasnya.

Yang mereka lihat adalah yang kita tunjukkan saat ini. Bukan yang kita ketahui dalam sejarah agama kita. Bukan ajaran dan idealisma agama kita yang sangat menjunjung tinggi keadilan dan nilai kemanusiaan. Mereka tidak melihat itu semua. Meskipun demikian, kemarahan mereka ditunjukkan dengan cara yang "beradab". Dengan menulis buku, membuat film dan kartun. Tidak dengan membakar, merusak atau membunuh. Sebaliknya Umat Islam selalu membalasnya dengan kemarahan yang tak terarah. Yang justru lebih menegaskan kebodohan dan sifat barbarisme kita.

Benar, negara mereka melakukan pembunuhan dan penjajahan terhadap kita. Tapi itu adalah keputusan politik para penguasa dan mereka yang berkepentingan bisnis. Bukan rakyat mereka. Dan karena kekuatan politik, ekonomi serta penguasaan mereka terhadap pengetahuan dan teknologi informasi, tindakan negara mereka tidak disebut terorisme. Mereka tetap bisa tampil sebagai bangsa yang beradab. Allah memberikan kemenangan dan kejayaan kepada mereka karena mereka menggunakan akal. Karena mereka lebih rajin, lebih gigih.

Kemarahan tidak harus ditunjukkan dengan hal-hal yang destruktif. Kemarahan umat Islam sama sekali tidak membuat mereka takut. yang pasti membuat mereka semakin benci dan juga marah terhadap kita.

Menggunakan kecerdasan dan kegigihan untuk bangkit dari keterpurukan bisa kita lihat dari sifat orang Jepang maupun bangsa Yahudi. Kegigihan bangsa Jepang patut kita teladani. Setelah mengalami kekalahan pahit pada perang dunia kedua mereka bekerja keras dan berfikir. Dalam beberapa dekade saja mereka telah bangkit menjadi kekuatan ekonomi dan politik yang kuat.

Setelah mengalami pembantaian brutal oleh Nazi, kita tidak pernah mendengar sekalipun orang Yahudi meledakkan gereja atau restoran di Jerman. Mereka bekerja keras dan menggunakan akal untuk bangkit. Meskipun mereka pernah diperlakukan dengan sangat hina oleh orang Eropa dan bahkan dipandang sebagai binatang oleh Nazi, mereka tidak terpancing untuk melakukan tindakan-tindakan sembrono dan bodoh. Mereka bangkit dengan menggunakan kecerdasan mereka untuk menguasai ekonomi dan teknologi informasi. Melakukan lobby kemudian berkuasa. Karena itu sebrutal apapun pasukan Israel dalam membunuh rakyat palestina dan menghancurkan tempat tinggal mereka, militan Islam yang tetap dituding sebagai teroris.

Apa yang dilakukan Umat Islam untuk bangkit dari keterpurukan? Kita diajarkan bahwa Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sebelum kaum tersebut merubah "sesuatu" pada diri mereka. "Sesuatu" di sini adalah hal yang negatif. Penyakit. Virus. Sesuatu yang salah. Tapi bagaimana kita bisa merubah "sesuatu" ini kalau kita tidak tahu apa dan letaknya di mana. Kalau Umat Islam tidak pernah dan tidak mau menyadari bahwa ada yang salah, ada yang sakit pada diri mereka, tidak mungkin mereka bisa sembuh.

Diantara penyakit Umat Islam yang paling besar adalah kebodohan. Karena bodoh, jadi miskin. Karena miskin tidak mampu belajar, tidak mampu membiayai riset. Karena tidak belajar, jadi bodoh dan melakukan tindakan-tindakan yang bodoh pula. Demikian seterusnya. Umat Islam harus belajar mengendalikan diri lalu mulai bekerja keras memperbaiki keadaan ekonomi dan berfikir keras agar bisa menguasai ilmu pengetahuan. Nabi Islam memberikan petunjuk dalam bersikap. Bahwa orang yang kuat itu bukan orang yang perkasa. Bukan yang pandai marah dan merusak. Orang yang kuat adalah yang mampu mengendalikan diri. Orang yang cerdik dan berakal itulah orang yang kuat. Menahan diri dan menggunakan akalnya sebaik-baiknya. Meskipun ada saatnya seseorang harus marah, namun dalam kemarahannya tetap tidak boleh kehilangan akal sehat. Kemarahan yang positif adalah kemarahan yang terarah.

Semua petunjuk dan nasehat agama untuk bangkit dari keterpurukan tidak dijalankan oleh Umat Islam. Mereka justru melakukan tindakan-tindakan kontra produktif yang seharusnya dihindari. Tapi mereka merasa telah membela agama. Membela nabi. Padahal yang mereka kerjakan adalah sebaliknya.

Seorang muslim yang waras tidak bisa sedikitpun membayangkan bahwa nabi Muhammad marah-marah dan mengamuk mengetahui ada orang membuat karikatur yang menghina dirinya. Yang pasti dilakukan oleh beliau adalah mencari tahu sebab kenapa sampai ada orang membuat karikatur yang menghina dirinya. Nabi pasti akan mengasihi orang tersebut dan bersikap lembut. Memahami ketidak-tahuannya. Mendoakannya. Berusaha agar informasi mengenai Islam sampai dengan benar kepadanya.

Nabi tidak pernah memerangi orang hanya karena dihina. Dilempari kotoran setiap hari saja Nabi tidak marah. Diintimidasi, dilukai, dikatakan gila, dikucilkan dan diusir tidak membuatnya emosi. Yang beliau lakukan justru mendoakan mereka. Berfikir dan bekerja keras. Hanya ketika Umat Islam diserang atau terancam keselamatannya beliau mendapatkan izin dari Allah untuk memerangi mereka. Defensive, bukan offensive. Karena mampu menahan diri serta terus bekerja keras dan berfikir, Muhammad saw. membuktikan diri sebagai pemimpin yang paling sukses di dunia. Berhasil merangkul orang-orang yang tadinya membencinya. Menyebarkan cinta dan kedamaian.

Kalau nabi Islam mengajarkan kepada kita untuk menggunakan akal dan menahan diri dari perbuatan bodoh, berarti jelas yang mengajarkan kepada kita untuk membuat kerusakan dan bertindak bodoh adalah Setan. Iblis. Ya, kita telah menjalankan agenda Iblis. Dajjal. Karena itu kita tetap terpuruk. Dijauhkan dari pertolongan Allah.

Will Durant dalam Sejarah Peradaban mengatakan: "A great civilization is not conquered from without until it has destroyed itself from within". Meskipun ada faktor luar pada setiap kegagalan dan keterpurukan, namun pembusukan dari dalam adalah faktor yang paling menentukan. Maka Umat Islam harus berhenti mencari-cari kesalahan orang lain atas keterpurukannya. Mereka harus segera menemukan penyakit mereka dan menyembuhkannya. Mulai berbuat sesuatu. Bekerja keras dan berfikir.

Wallahu A'lam.

PS: Untuk kelanjutan posting tentang Ahmadiyah, mohon sabar menunggu ya.


9 Comments:

Anonymous Aris Heru Utomo said...

Saya jadi ingat postingan di sebuah blog yg menceritakan mengenai perlakuan buruk yg selalu diterima seorang loper koran dari pelangganannya. Namun dia tetap melayani dengan senyum. Ketika dia ditanya mengapa? Jawabannya adalah perlakuan buruk yang dia terima jangan sampai mendikte pilihan dia. Dia punya pilihan untuk membalas dengan berlaku buruk (marah, ngomel, maki-maki, dan sejenisnya) atau untuk berlaku baik. Loper koran memilih yang terakhir. Dia tidak didikte oleh perilaku orang lain

12:42 PM  
Anonymous Faisal said...

Kang...harusnya posting kayak gini diposting di milis biar banyak nyang baca...

Eniwei...ditunggu kelanjutan postingan ttg Ahmadiyah...soalnya di youtube aku lihat ada yang ngancam akan membunuh mereka, udah 2 hari diposting.
Gak tau deh!

3:03 AM  
Anonymous Anonymous said...

Lex, itu orang Indonesia yang seperti itu. Tidak dengan bangsa-bangsa Jepang atau china yang saya tahu.

Memang kita masih panjang untuk menjadi bangsa yang beradab!

8:19 AM  
Anonymous Anonymous said...

Kalo ajaran islam nya bagus berarti lembaga islam nya dong yang ga benar, kok ajaran yang bagus tak membuahkan hasil yang bagus???

Jangan2 yg sibuk diajarkan hanya baca tulis huruf arab saja, tanpa ada ajaran untuk penerapan dalam kehidupan sehari2 dalam lingkungan terdekat.

2:59 PM  
Blogger seezqo said...

Good posting bro !
Yang gagal ulamanya, gagal membuat umatnya bisa mempraktekkan esensi agama. Jangan2 karena ulamanya gak ngerti esensinya, cuma tahu kulitnya aja, yah umatnya jadi ikut bodoh :)

6:00 AM  
Anonymous Anonymous said...

Postingan yang luar biasa...semula saya hendak menulis hal yg serupa, cuma karena saya bukan Muslim, saya kuatir saudara Muslim jadi ngamuk sama saya :)

sakit sehatnya sebuah pohon, bisa dilihat dari buah nya.....

damai...

8:11 PM  
Anonymous Anonymous said...

nice posting kang! dengan membaca artikel2 kang alex wawasan jadi terbuka , meskipun saya bukan muslim tapi senang kang alex bisa melihat dari 2 sisi yang berbeda .. memang orang - orang yang tidak terpelajar gampang untuk dihasut dan melakukan hal hal yang tidak bisa diterima oleh akal sehat seperti pembantaian , pengerusakan , pemerkosaan seperti waktu kejadian di jakarta mei yang silam ,btw ditunggu postingan2 berikutnya...

6:54 AM  
Blogger Othman Draman said...

Besnis produk kesihatan myherb2u
Goji, tricajus, susu kambing, mlm call +60192311900
http://www.healthbuilders.com.my/
othmandraman@yahoo.com
http://othmandraman.blogspot.com/?m=1
http://www.dnaglobal2u.com/
http://www.iphytoscience.com/
http://www.drtina.mynucerity.biz/indexi.php
https://www.google.com/#fp=eccba6f7b5b00530&q=myherb2u
https://www.google.com/search?q=myherb2u&filter=0&bav=on.2%2Cor.r_cp.r_qf.&bvm=bv.50952593%2Cd.bmk%2Cpv.xjs.s.en_US.epv7Gxs5zsU.O&biw=1366&bih=667&um=1&ie=UTF-8&hl=en&tbm=isch&source=og&sa=N&tab=wi&ei=JrwTUt6VB4K4rAeI-YHQDA
Kedai P01 pasar majlis sek16 shah alam, selangor, malaysia
Rakan niaga/penyewa/pekerja diperlukan
Kursus motivasi besnis disediakan
Stokis/pegedar diperlukan
Pakej melancong Kelantan/Selatan Thailand disediakan
Rumah dijual diSubang Suria,Shah Alam
Kelas mengaji Al Quran disediakan
Welcome to Health Builders (M) Sdn.
www.healthbuilders.com.my
Syarikat jualan langsung unggul yang membawa kepada anda satu kerjaya … untuk terus berjaya. Nikmatilah kehebatan rangkaian produk dan keistimewaan pelan pemasaran kami untuk kehidupan yang lebih bermakna.

10:14 PM  
Blogger Rony Sjahroni said...

Kang Alex atau om Alex eh biasa dah Ust. Alex, semua yang dikatakan abang benar semua,memang demikian kelemahan umat Islam, penganutnya hanya kagum sama kulit luarnya saja, tak mau menggali apa sebenarnya Islam yang dilaksanakan Rasulnya Muhammad saw.bila cacat dikit aja wow marahnya hingga telinganya tak terlihat, mengapa / :
1. Kitab sucinya AlQuran hanya diagungkan Kulit luarnya, dibaca dan dilagukan, dihafal Ok boss, sedangkan isi kandungan malah ngga ngerti, hingga diperingatkan Allah bagaikan keledai membawa barang dengan beban yang tidak diketahui isinya,(dipunggungkan, atau ditaruh dibelakang, bukan didepan sebagai petunjuk yang lurus)
2. Isi kandungan banyak yang dingkarinya, hanya memilih-milih yang mnguntungkan dirinya saja, dalam membaca AlQuran, akibatnya tertutup mata hatinya, dalam kegelapan.mungkin pula hanya dijadikan wafak, penglaris dan dianggap pengusir syetan
3. Banyak ditakuti dalam mempelajari sendiri takut tersesat, padahal semua petunjuknya datangnya dari Allah, bukan dari manusia, jika ada kemauan mempelajarinya pasti akan Allah berikan petunjuk dengan mudah.
4. Kebanyakan yang menamakan dirinya Ulama, sejak saat kejayaan Islam pudar, hanya berputar belajar Islam mengagungkan kebenaran sendiri, banyak membuat golongan, hingga kini hanya saling menyalahkan dan kerjanya sesama saudaranya sendiri berdebat, bertengkar dan saling bermusuhan, sakit hati dan saling memfitnah.
5. Cara Da`i dalam menyampaikan Haq Allah banyak yang disembunyikan(dusta), mengapa takut kehilangan jamaahnya, ucapannya hanya yang dianggap enak dan indah saja, kebanyakan melawak agar Gr...gr...gr....aar bisa dipanggil ulang, dan rata-rata berceramah dibandingkan burung beo suara harganya mahal..apalagi kyai..harus sekian kali lipat bayarannya, mengandalkan keuntungan duniawi saja, sedang tidak mengajak berfikir sehat, bagaimana mengendalikan nafsu agar girah berfikir aktive, cerdas tidak dilakukan, sedikit saja ada yang berfikirnya beda, dibilang sesat.
6.Para organisasi keagamaan khususnya ditubuh pemerintahan pasif, masing-masing memperkaya diri sendiri, bakhil dalam berfikir, dan pasif, padahal dana Haji sudah Trilyunan rupiah, mengapa banyak kebajikan untuk dimanfaatkan kepentingan umat Islam sendiri tidak dilakukan, hingga mundur kebelakang masih tetap saja gelap tertutup oleh kepentingan duniawi, belaka, lupa kan siksa neraka.
7. sedangkan organisasi keagamaan bekerja sendiri-sendiri, karena menganggap dirinya paling benar, ibadahnya terpokus pada iming-iming pahala saja, seperti melamun satu kali berbuat sekian ratus ribu pahalanya, sedangkan perbuatan baiknya di bidang mu`amalah sangat minim perbuatannya, yang diributkan hanyalah masalah Bid`ah saja, seperti katak dalam tempurung, melupakan perintah kitab sucinya yang Maha benar.
8 Ada yang lebih parah, tumbuhnya kemusyrikan dimana-mana, Islamnya telah terkontaminasi Tauhidnya kepada Allah, banyak yang menggunakan hartanya hanyalah buat jalan-jalan sambil ibadah, popularitas haji sekian kali bangga, sudah umrah bangga katanya sambil mohon do`a agar dikabulkan, belum lagi saat ini, keyaqinannya pada batu disebut zaman batu, tak terasa menjauhkan dirinya dari Allah swt,bagaimana mau mengubah kembali kepada zaman keemasan untuk umat Islam, karena kita sendiri cara berfikirnya sudah statis, penyakit kesombongan manusia yang mengaku beriman dan membuat kemusyrikan bagaikan jamur tumbuhan di musim hujan, saat ini semuanya tertutup gelap Imannya, hanyalah bisa kembali zaman kemasan Islam jika umat sekarang dihabiskan dulu dari permukaan, diganti oleh umat yang baru, ,"Tsumma ansya`nahu min ba`dihim quruunan aakhoriina,"

12:41 PM  

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home

Site Meter