<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d28922767\x26blogName\x3dOrang+Indonesia\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLACK\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://yamadhipati.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://yamadhipati.blogspot.com/\x26vt\x3d6831795234875758538', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Sunday, November 26, 2006

Sang Filsuf, sang Guru

kalau ada sedikit orang yang bisa membuat begitu banyak penggemar kecanduan akan tulisan-tulisannya, dialah Goenawan Mohamad. Caranya "bercerita" membuat kita seakan hanyut kedalam sebuah dunia yang sunyi penuh misteri. Aneh, tapi menggairahkan. Sepenggal senja yang khusyu'. Kenapa senja? Itulah yang saya rasakan ketika sedang hanyut dalam "cerita-ceritanya". Solemn, menghipnotis. Meskipun kadang tak lagi aku pedulikan makna. Ini apa kalau bukan sihir namanya.

Tapi tulisan GM. bukan tanpa makna. Sebaliknya, ia penuh dengan hikmah dan tak jarang menghadirkan gairah yang mengantarkan kita mencapai orgasme berkali-kali hanya dalam sepenggal catatan pinggir. Tokoh-tokoh yang diceritakan, dunia antah berantah yang digambarkan, seakan benar-benar hadir di depan mata. Menjelma sebuah adegan nyata dalam hayalan kita. Setiap kali mulai membaca tulisannya, rasanya kita sedang membentangkan layar putih berukuran satu banding tiga panoramik di dalam kepala. Menyaksikan adegan-adegan yang diceritakannya dalam panggung hayal kita.

Tulisan yang mencerahkan jiwa. Menggugah. Ia tak sedang berpuisi tapi menyuguhkan dunia dengan beragam warnanya. Kelaliman para penguasa. Keangkuhan yang menggerakkan perang. Tentang Raksasa berhidung grotesk. Kisah cinta yang romantis bahkan tragis.

Ya,,, seolah dia adalah seorang empu yang sedang nembang. Mocopat kehidupan. Dan kita adalah murid-muridnya. Dia mengajarkan kepada kita tentang kebijakan, kerendahan hati, makna sebuah kebebasan. Dialah Sidharta yang diceritakannya itu. Pendayung perahu gethek yang "melebur diri dalam dunia, mengikuti gema alam, mencari percakapan dengan air yang mengalir".

Kenapa tulisan ini jadi semacam "reflection on GM." ya,,, Dia kan masih ada dan segar-bugar, gak pergi kemana-mana. jadi serem.

6 Comments:

Anonymous Anonymous said...

Terima kasih, telah mengantarkan saya ke blog-nya GM. Sudah lama saya tidak membaca tulisannya, yang enak dibaca dan perlu itu. Salam.

3:49 PM  
Blogger tyka82 said...

GM? wah bacaan berat nampaknya...

lbh suka baca yg enteng2 model Chicklit-nya Meg Cabbot

3:18 AM  
Blogger Mochtar Han said...

kita berguru padanya,
seperti pipit pada murai

mengalir begitu saja

9:29 AM  
Blogger Twelve Red Monkeys said...

Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, sang GM, Oktober 2006 lalu di Ubud. Wah... momen bersejarah nih, buat saya.

Sayangnya saya nggak bisa menghadiri sesi di mana dia berbicara karena saya kadung memenuhi jadwal dengan workshop.

heheh... Beliau itu memancarkan daya tarik yang sungguh besar lho. Mungkin saya bakal cuma bisa megap-megap kalau diajak bicara.

10:22 AM  
Blogger Alex Ramses said...

Wah Om Red monkey ketemu GM? Kewl,,, sayang tuh gak sempat bicara ama beliau.

Om Re Monkey,, boleh kenal anda? di profile anda ada begitu banyak link website dan blog. kalau diklick ke blog anda, tampaknya blog itu gak aktif udah lama. Kalau ke website yang lain, gak jelas apakah itu punya anda atau bukan, gimana dong???

1:44 PM  
Blogger Twelve Red Monkeys said...

Tampaknya

ternyata

saya bukan oom oom


wahahahah


Monyet Mata Merah

7:01 PM  

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home

Site Meter