<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d28922767\x26blogName\x3dOrang+Indonesia\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLACK\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://yamadhipati.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://yamadhipati.blogspot.com/\x26vt\x3d6831795234875758538', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Sunday, October 22, 2006

Hasrat ingin membunuh

Selalu ada sisi gelap di dalam setiap jiwa. Toh sebenarnya manusia hanyalah binatang; "binatang yang disempurnakan". Manusia menjadi sempurna justru karena disatukannya sisi gelap nafsu dan sisi terang akal budi di dalam jiwa. Namun nafsu, yang merupakan penjelmaan "evil" dalam diri kita, tidaklah diciptakan dengan sia-sia. Sebagaimana terciptanya setan yang membuat kualitas taqwa beberapa hamba menjadi lebih tinggi daripada ketaqwaan malaikat.

Marah sebagai salah satu bentuk varian nafsu yang dipandang negatif oleh kebanyakan orang, sebenarnya tidaklah selalu buruk. Adakalanya seseorang harus marah, dan kalau tidak marah, maka patut dipertanyakan keimanannya. Marah berkaitan erat dengan stress. Hanya ada dua kemungkinan seseorang tidak mengalami stress atau marah yaitu, seseorang tersebut dungu, atau orang tesebut sangat bijaksana. To be human is to be angry some of the time, kata Lynne Namka. Maka sangat penting mejaga dan mengarahkan kemarahan agar tidak menimbulkan hal-hal yang negatif. Agar sisi gelap di dalam jiwa ini berfungsi sebagai penyeimbang dan bermanfaat bagi kemanusiaan. Anger like a hammer can be a tool for destruction or to build something. Anger is a necessary part of being a human being. It has helped us survive as a species.

Barangkali sedikit musykil memahami bagaimana sifat marah - yang identik dengan hal-hal destruktif ini - membantu manusia bertahan sebagai manusia (yang bermartabat dan jauh dari kebodohan). Mari kita renungkan. Mungkinkah perubahan-perubahan besar serta kebangkitan dari sebuah keterpurukan muncul tanpa sebuah revolusi atau reformasi? Bukankah revolusi itu merupakan buah dari kemarahan yang diorganisir dan menjelma sebuah kekuatan yang membawa manusia keluar dari keterhinaan?

Jiwa yang tidak gelisah dan tidak marah melihat keterpurukan negerinya bukanlah jiwa manusia. Jika anda tidak pernah berhasrat membunuh para koruptor dan para bajingan yang menghisap orang-orang miskin, maka sebenarnya anda tidak punya jiwa. Ketika melihat orang dipingpong di salah satu kantor departemen tertentu di Indonesia karena si petugas ingin disogok, kita harus marah!!! Ketika petani tembakau terpaksa mebiarkan busuk hasil panennya lantaran pemilik gudang mempermainkan harga, kita harus marah. Ketika para pengusaha angkutan dan supir truk diperas oleh oknum polisi dan petugas DLLAJ, kita harus marah. Ketika para tkw dirampok cecunguk-cecunguk di bandara, kita harus marah. ketika kebiadaban-kebiadaban lainnya setiap hari terulang di negeri kita, kita harus marah.

Insya Allah, kemarahan kita dalam hal ini adalah bentuk kepedulian kita. Saya mengajak anda semua untuk marah. Saya tidak mengajak anda semua untuk membunuh. Karena kita tidak bisa membunuh orang sembarangan. Mari bergabung dengan saya dalam "kemarahan". Mari kita marah melihat negeri kita yang kaya ini dipenuhi oleh orang-orang miskin dan bodoh. Kita tidak boleh membiarkan bangsa kita yang kaya ini menjadi bangsa yang inferior dalam pandangan dunia internasional. Kita harus tidak rela, kemakmuran yang menjadi hak milik kita bersama ini dirampas oleh para binatang. Saya tidak sudi menganggap para bajingan penghisap dan perusak itu sebagai manusia. Kita harus mendesak penguasa yang sah untuk melenyapkan binatang-binatang itu. SBY harus berani. Demi bangsa kita. Seseorang harus memulai revolusi ini.
.

3 Comments:

Blogger pangapora said...

Allaaaahu Akbar!

10:07 PM  
Blogger Alex Ramses said...

Kek Ola' teriakan Allahu Akbar-nya udah Oke! Udah layak jadi anggota FPI huahahahahaha,,,

11:24 AM  
Blogger Twelve Red Monkeys said...

Hmm

Saya hanya ingin bunuh orang kalau sedang PMS, kemudian kurang asupan kalsium.

Saya marah setelah nonton berita, baca koran, dan sebangsanya. Oleh sebab itu, sempat selama 2 tahun saya menghindari nonton siaran berita dan tidak mau menyentuh koran KOMPAS. Rasanya mau gila karena amarah.
Sekarang saya baca Jawa Pos. (agak chauvinist rasanya. Tapi ya sudahlah)

Saat marah saya menulis.
Tapi biar tidak omdo, saya melampiaskan amarah dengan membentuk sebuah kelompok kecil. Terkadang seperti marah2 juga di dalamnya... tetapi bukan AMARAH.
Karena saya menyimpan amarah pada sistem pendidikan di Indonesia, saya melakukan bagian saya yang kecil itu di dalam kelompok kecil saya.

Kecil
penuh marah.

heheh

sila ditengok
http://indeks.blogsome.com

hanya sedikit. Saya juga heran kenapa begitu. Mungkin kerana capek marah-marah.


MonyetMataMerahMudahMarah

7:55 AM  

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home

Site Meter