<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d28922767\x26blogName\x3dOrang+Indonesia\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLACK\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://yamadhipati.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den_US\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://yamadhipati.blogspot.com/\x26vt\x3d6831795234875758538', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Monday, November 06, 2006

Bukan Keparat

Saya merasa perlu menanggapi keberatan ataupun umpatan atas tulisan saya di Republika dengan judul "Aliran Sesat" beberapa waktu lalu. Ketika membaca surat pembaca di Republika yang berjudul 'Penjelasan Mengenai LDII" saya tidak kaget. Saya baru Njumbul -- meminjam istilah Ulin -- ketika membaca pesan di Guestbook Blog saya ini. Wah, saya dibilang Keparat. Saya Insha Allah bukan keparat Mas. Justru semua ini saya dasarkan atas kecintaan saya kepada sesama Muslim. Saya merasa sedih melihat saudara-saudara saya ditipu. Berikut ini saya posting surat jawaban untuk penanggap yang saya kirimkan ke Republika kemarin.

*****


Coretan ini menanggapi "keberatan" pembaca mengenai tulisan saya di republika online tanggal 19 oktober 2006 berjudul Aliran Sesat. Tanggapan tesebut dikirimkan oleh saudara Sudarmo tanggal 31 Oktober 2006 dengan judul Penjelasan Soal LDII. Memang sangat baik jika kita selalu berusaha menjalankan Islam sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad. Mengaji Alqur'an dan Hadist menjadi kewajiban kita semua ummat Islam. Sebagaimana yang dilakukan oleh Saudara Sudarmo selama dua puluh tahun ini. Sudarmo juga mengatakan bahwa sebaiknya kita mencari tahu kebenaran mengenai LDII langsung kepada sumbernya. Masalahnya adalah jurus taqiyah yang digunakan oleh LDII itu sendiri. Taqiyah, yang sebenarnya sudah sejak zaman dulu digunakan oleh beberapa kelompok Syi'ah yang menyimpang ini membenarkan suatu kelompok untuk tidak mengungkapan ajaran yang sebenarnya dari kelompok tersebut kepada orang luar. Logikanya, apa yang membuat suatu kelompok merahasiakan ajarannya kalau bukan karena takut ketahuan penyelewengannya? Kesesatannya?


LDII dalam situs resminya juga mengatakan bahwa mereka tidak ada hubungan dengan Islam Jama'ah yang pernah dilarang di Indonesia. Sekali lagi ini adalah taqiyah. Kenyatannya, LDII itu ya Islam Jama'ah, ya LEMKARI, ya Darul Hadis. Kelompok dan orangnya itu-itu juga. Saya masih ingat betul di kampung saya dulu di dekat sekolah SD saya ada sekelompok orang mendirikan sebuah masjid atau langgar. Dulu papan yang ada di depan langgar tersebut bertuliskan LEMKARI. Sekarang di tempat yang sama itu tulisannya menjadi LDII. Orang-orang ini dari dulu hingga sekarang tidak pernah ikut sholat jum'at di masjid yang telah ada sebelumnya. Padahal tempatnya masih sangat cukup untuk menampung mereka. Ada apa gerangan? Apakah menurut mereka yang sholat di masjid lain itu bukan muslim? Sholat bersama mereka tidak sah? Kenapa mereka sangat ekslusif? Saudara Sudarmo bisa menjelaskan?


Sekitar tahun 1998, saya berkunjung ke rumah seorang kawan yang drop out dari pesantren karena disuruh orang tuanya untuk tidak meneruskan belajar di pesantren kami. Kawan saya ini tinggal di kota Malang. Karena saya menginap di rumahnya, kami banyak mengobrol tentang segala hal. Akhirnya kawan saya ini bicara tentang LDII dan bahwa dirinya sekarang menjadi anggota LDII. Rasa penasaran saya mengenai LDII membuat saya tertarik untuk mengetahuinya lebih dalam. Setelah lama kami berdiskusi sampai larut malam, dan setelah kawan saya memberitahu kepada tentang prinsip taqiyah dan saya sendiri menunjukkan seolah-olah akan ikut ajaran LDII, akhirnya kawan saya ini bersedia menunjukkan sebuah buku yang menerangkan tentang apa sebenarnya ajaran LDII ini.


Malam itu juga saya baca semua isi buku tersebut. Buku itu ddiawali dengan nash-nash mengenai Imamah. Suatu dalil naqli yang menyatakan bahwa Islam seseorang tidaklah sempurna jika dia tidak hidup dalam suatu jama'ah dan berbaiat kepada seorang amirul mukminin. Ada hadis yang menyatakan bahwa tidak ada islam (yang benar) kecuali dengan adanya jama'ah, dan tidak ada jama'ah kecuali dengan adanya imamah, dan imamah tidak sah jika tanpa bai'at, selanjutnya bai'at tidak berguna jika tidak ada ketaatan kepada sang amir. Dikutip juga dalam buku tersebut hadis mengenai seseorang yang meninggal dunia sebelum dia menjadi anggota jama'ah, atau keluar dari jama'ah. Orang yang demikian ini dianggap mati dalam keadaan jahiliyah. Sesat dan Kafir. Buku tersebut disusun dengan bahasa yang sangat meyakinkan sehingga pembaca yang awam mengenai Islam sangat mudah tertipu.


Pembaca awam pasti akan terusik hatinya dan akhirnya termakan oleh ajaran tersebut. Seorang muslim pasti takut mati dalam keadaan jahiliyah dan kafir. Dan buku tersebut menawarkan solusi "redemption". Yaitu melakukan bai'at. LDII dalam situs resminya mengatakan bahwa organisasi tersebut didirikan sekitar tahun 1972. Tapi buku yang saya baca tersebut mengatakan bahwa Imam atau Amir pertama mereka dibai'at sekitar tahun 1948, saya kurang yakin mengenai tahun yang pasti. Mereka mengatakan bahwa sebelum Imam mereka dibai'at, belum ada seorang muslim di Indonesia yang diangkat sebagai pemimpin muslim dan dibai'at menjadi amirul mukminin.


Loh, yang benar yang mana? Tahun berapa sebenarnya gerombolan ini berdiri? Lagi-lagi dengan prinsip taqiyah, gerombolan ini tidak akan mau mengungkapkan mana yang benar. Di dalam "buku panduan" LDII tersebut juga dilampirkan foto kopi surat bai'at. Surat pernyataan seorang anggota untuk masuk dalam jama'ah mereka. Untuk menjadikan sang pemimpin gerombolan sebagai amirul mukminin. Tapi mereka dengan berbohong mengatakan bahwa LDII tidak ada hubungan apa-apa dengan Islam Jama'ah. Amir yang ada sekarang ini adalah anak dari amir sebelumnya yang telah meninggal dunia. Kalau memang yang mereka ajarkan itu adalah khilafah dan imamah yang haq, kenapa khilafah bisa diwariskan? Ingin membuat kerajaan? Negara dalam negara? Hadis dan ayat-ayat yang dinukil dalam buku tersebut memang sahih. Hanya pemaknaannya saja yang diselewengkan oleh para pemimpinnya untuk menipu anggotanya.


Bulan Juni yang lalu saya pulang ke Indonesia. Di rumah saudara di Jakarta saya bertemu seorang famili dari kampung. Beliau menceritakan permasalahan yang beliau alami dan meminta pendapat dan penjelasan dari saya. Beliau bercerita bahwa selama ini diajak oleh anaknya mengaji di LDII. Namun akhir-akhir ini didesak oleh sang anak untuk menjadi anggota dengan melakukan bai'at. Famili saya ini bingung. Beliau melihat banyak perilaku aneh dari anaknya. Menurut famili saya ini memang dalam hal sholat, wudhu, yang diajarkan oleh LDII sama seperti yang beliau lihat dilakukan oleh orang arab di Makkah ketika Haji. Tapi beliau merasa aneh, kenapa anaknya ini tidak mau melayat kalau ada tetangganya yang muslim meniggal dunia. Ataupun kalau melayat, kelihatan tidak ikhlas. Kalau yagn meninggal adalah orang LDII pasti melayat apapun keadaanya dan betapapun sibuknya. Beliau juga bertanya-tanya kenapa anaknya ini bersikap lain terhadap orang-orang Islam yang bukan anggota LDII. Beliau bingung mengapa dirinya yang sudah ikut mengaji dan melakukan ibadah seperti yang diajarkan oleh Al-Quran dan Hadist, masih juga harus menjadi anggota? Apakah menajalankan ibadah seperti yang diperintahkan saja tidak cukup untuk menjadi Muslim? Dari situ beliau merasa aneh dan sampai sekarang tidak mau bergabung.


Beliau juga menceritakan bahwa belum lama ini telah terjadi penipuan besar-besaran yang dilakukan oleh seorang petinggi LDII. Sang penipu mengumumkan kepada anggotanya bahwa Organisasi mendapatkan tender dari Pemda Jatim dalam bidang kelistrikan. Para anggota dijanjikan keuntungan yang sangat besar jika mau ikut mendanai proyek tersebut. Akhirnya banyak anggota yang menjual barang-barang berharga miliknya untuk bisa menyetor uang. Merekapun berhasil mengumpulkan uang tidak kurang dari satu trilyun rupiah. Namun setelah beberapa bulan, sang petinggi ini kabur. Banyak anggota yang stress, gila, bahkan bunuh diri. Namun kejadian ini tertutup dan tidak diketahui orang luar. Karena famili saya ini punya beberapa anak yang menjadi anggota LDII, beliau tahu tentang hal ini dan menceritakannya kepada saya.


Perlu saya jelaskan bahwa pembicaraan saya mengenai LDII di sini ataupun pada tulisan berjudul "Aliran Sesat", sama sekali bukan karena kebencian yang membabi buta. Ini saya lakukan justru karena kecintaan saya kepada saudara-saudara seagama. Saya sedih melihat mereka ditipu. Saya juga tidak anti perbedaan. Saya anti penipuan dan penyesatan. Mungkin begini saja, kalau para penipu di LDII merasa tidak melakukan penyelewengan dan penipuan, kita lakukan Mubahalah saja. Muhammadiyah tidak ekslusif atau menutupi ajarannya, NU juga tidak, dan Persis juga tidak. Adapun LDII sangat terkenal dengan ekslusivitas dan penipuannya. Mari Kita melakukan mubahalah, dan berdoa bersama kepada Allah untuk menghukum dan menghancurkan fihak yang menipu, di dunia dan di akhirat. Kita serahkan kepada Allah hukuman apa yang akan diberikan kepada yang jahat dan menipu. NU pasti berani, Muhammadiyah dan Persis juga. Bagaimana dengan LDII?

.

22 Comments:

Blogger qidhir said...

Kalau anda memang bukan keparat, anda stupid, karena itu persepsi anda harus direset agar mendapatkan view yang objektif. Coba dibaca lagi, anda merasa anda sudah mendapatkan sumber primer, tapi klasifikasi anda salah, karena masih dalam tahap data sekunder. Coba anda banyangkan, seberapa objektif kah analisa anda ?

4:16 PM  
Blogger Alex Ramses said...

Mas saya tidak keberatan dikatakan keparat atau stupid, ok gak papa kok. Dan saya selalu membuka hati untuk menerima kebenaran dari siapapun datangnya. Kalaupun harus direset persepsi saya, juga tidak keberatan. Tujuannya kan mendapatkan pencerahan dan kebenaran.

Saya setuju bahwa "pengkotakkan itu adalah part of the problems" seperti yang ditulis di blog ldii; "ekslusifkah islam anda?" Di sana anda mempertanyakan; "apakah memang layak Islam dikotakkan-kotakkan dalam 2 kata; eksklusif dan inklusif?"

Ini logikanya gimana to mas? permasalahannya bukan pada dikotomi -istilah- ekslusif dan inklusif itu. kalau ada orang menyebut anda ekslusif itu kan merujuk pada sifat dan perilaku anda dan kelompok anda. Saya juga sangat menghargai perbedaan. saya hanya tidak bisa menerima praktik penipuan. maaf, saya sampai sekarang masih berada dalam kesimpulan bahwa kelompok anda tidak jujur.

Mas, kenapa sih kalau memang anda dan kelompok anda menganggap kami juga sebagai muslim, kok anda-anda tidak sholat jum'at di masjid yagn sudah ada dan masih cukup untuk menampung orang-orang anda? dengan jumlah yang tidak begitu banyak kenapa orang2 anda membuat masjid sendiri?

Mas, kalaupun saya bertanya tentang segala sesuatu mengenai LDII kepada anda sebagai sumber primer, benarkah anda akan jujur menerangkannya kepada saya? tanpa ada jurus Tqiyah yang juga dipakai oleh kelompok syi'ah sesat itu?

Bukankah saya juga katakan, kalau memang anda merasa tidak menyembunyikan ajaran, dan kami tetap tidak percaya, sebaiknya bermubahalah saja?

MUI tahun lalu kembali mengeluarkan fatwa sesat kan bukan seeak udele dewe to mas. mereka kan punya orang yagn selalu memantau pengajian2 LDII dan menemukan bahwa anda dan kelompok anda masih melanjutkan ajaran islam jama'ah nurhasan ubaidah.

Semoga kita selalu diberi petunjuk oleh Allah.

12:24 AM  
Blogger pangapora said...

Mbah.... Sampeyan ga lagi ngomong sama aku kan? :D

1:07 AM  
Anonymous Arief Budiarto said...

Assalamu'alaikum

Mas Alex apakabar nya... jujur saya adalah orang LDII, saya mulai ngaji di LDII sejak tahun 1993, dan selama itu pula saya tidak menemukan ada nya kesesatan, semua amal ibadah saya sesuai dengan Al Qur'an dan Al Hadits. Ingat kita jangan melihat kesesatan suatu kelompok dari kacamata kita sendiri tapi dari Al Qur'an dan Al Hadits, nabi sendiri sudah berwasiat selama kita berpegang teguh pada Al Qur'an dan Al Hadits maka tidak akan sesat. Jadi yang menilai sesat atau tidak itu berdasarkan Al Quran dan Al Hadits, selama pengamalan suatu kelompok ada dasar nya ya.. ngga masalah.. jgn kita liat dari kacamata kita.. contoh krn di Indonesia banyak nya warga NU maka seakan pembenaran ibadah apa yg di jalankan warga NU.. jangan seperti itu mas...
Adapun masalah kemasyarakatan jujur sebagian besar warga LDII sangat kurang baik.. ini yang terus kami bina agar menjadi warga negara dan anggota masyarakat yang baik, saling menghormati... saat ini Alhamdulillah keberadaan warga LDII sudah banyak diterima oleh masyarakat, dan juga sebagian pengurus MUI sudah menerima LDII. contoh lain spt warga LDII ditempat saya sdh diterima masyarakat. Ada juga yg aktif di pelestarian alam di pesisir pantai.. sehingga masyarakat sekitar sudah mulai senang karena ikan nya makin banyak...
Segitu saja dulu, mohon maaf kalau saya ada salah kata
Wassalamu'alaikum

8:05 AM  
Blogger Alex Ramses said...

Terimakasih mas arif atas atas komentarnya yang sejuk. Yang saya protes selama ini adalah para pemimpin kelompok yang memperalat jama'ahnya.

Mas, sebenarnya kan selama ini orang2 non LDII mengatakan ajran LDII aneh atau bahkan ada yagn mengatakan sesat itu, akrena LDII sendiri memandang orang lain sebagai "bukan muslim" sampai2 mereka tidka mau sholat bareng non LDII. membentuk komunitas ekslusif dan menymbuyikan ajarannya.

Sebenarnya cita2 mendirikan masyarakat atau bahkan"negara Islam" sekalipun tidak perlu disembunyikan. Toh hizbuttahriir juga gak dilarang kok di Indonesia. Mereka terang2an memperjuangkan khilafah islamiyah.

karena orang hizbuttahrir tidak menganggap muslim lain sebagai sesat, merekapun tidak dilabeli sesat. Nah, jadi pertanyaanya justru kepada LDII ini mas. Kenapa LDII menganggap non LDII sebagai sesat dan bukan muslim? Kenapa mereka dianggap rijz atau najis? Lha wong orang kafir jaman rosul saja biasa kok diterima nabi dan bahkan boleh masuk masjid.

KEnapa yang muslim tapi gak masuk LDII jadi najis dan gak diakui keislamannya? Apa hanya karena tidak berbai'at kepada seorang amirul mukminiin?

NEgara islam sendiri,,, tidak dipandang oleh ulama2 terkemuka dan para sarjana muslims ebagai sebuah kewajiban. Gak ada negara Islam juga orang ISlam tetap diangaap ISlam. Toh,, nabi ketika wafat tidak menentukan siapa penggantinya dan tidak menyinggung soal bagaimana sistem pemerintahan yang harus dijalankan sepeninggal beliau.

Add to that,,, khilafah yagn bener2 islamiyah dalam sejarah Islam di arab dulu kan cuma ketika jaman khulafa al rosyiduun saja, Selebihnya kerajaan. BEgitu juga yang ada di saudi sekarang, Apa menurut LDII,, semua muslim selama ribuan tahun ini gak sah Islamnya hanya gara2 tidak memilki negara Islam?
Amirul mukminin dalam LDII sendiri kok bisa diwariskan? berarti kan kerajaan itu? bukan khilafah islamiyah juga. Dan masalah taqiyah itu juga gimana mas? Itu kan ajran dan trik orang2 syi'ah yang menyimpang? kenapa dipakai?

6:02 PM  
Anonymous Anonymous said...

asalamualikum.wr.wb....
wah menarik juga neh ....saya hanya memberi sedikit komentar dan pertanyaan baik u mas alex dan bpk said ...
1.u mas alex
sebelumnya saya minta maaf buat mas alex ...apakah mas alex sudah menemui semua warga LDII diseluruh indonesia ....benarkah persepsi mas alex tentang LDII ...apakah mas alex sudah bertemu dengan ketua LDII seluruh indonesia dan apakah mas alex suadah menanyakan yang mengganal dihati mas alex tentang LDII......

2.U bpk said
saya juga minta maaf ...untuk bpk said .apakah bapak tau kalau LDII itu tidak keluar dari ajaran AL-QURAN DAN SUNAH ....apakah mungkin LDII banyak jenisnya ....
setiap solat jum'at apakah bpk selalu di masjid yg bertanda LDII...
mungkin golongan LDII BENAR Tidak keluar dari syariat allah tapi apakah bpk menjamin LDII diluar kota anda sejalan dengan yg dikota anda ....coba bpk cari informasi tentang LDII diluar kota anda dengan menyamar anda bukan anggota LDII liat sikap mereka .....

demikian komentar dan pertanyaan dari saya ...blia menyinggung mohon maaf ini hanya sekedar koreksi mencari mana yg benar,,.....
terima kasih,wasalam

9:49 AM  
Blogger phi6961 said...

LDII di sudutkan lagi yah...?

Ngomong-ngomong aku juga mengikuti pengajian LDII Lho...

Alhamdulillah di Jepang sini juga ada pengurus LDII nya yang mengatur jadwal pengajiannya... sehingga saya masih bisa tetep eksis dalam mengkaji Al Quran dan Hadis

Kalo menurut saya sih mas.. kita sebagai orang islam sih sebaiknya nyantai-nyantai aja lagih...

Saya juga minta maaf kalau ada Rekan saya yang berkata kurang sopan pada Mas...

Trus bagi warga LDII yang baca Blog ini trus mau mencaci maki..

STOP...!
mendingan mas-mas mbak-mbak Istigfar yang banyak... trus kalo belum baca Al Quran dalam hari ini baca dulu... (inget Lho minimal 3 ayat sehari.. mau dapatin derajat surga yang tinggi ga?)
Trus... apa lagi yah..?

Hi.. hi... Peace en Love deh....

2:31 PM  
Anonymous Arief Budiarto said...

Assalamu'alaikum...

Bener kata mas Phi... Peace en Love aja deh... kita org Islam jangan mau di adu domba... selama amalan kita ada dasarnya dari Al Quran dan Al Hadits jalanin saja... ngga perlu nyalahin orang lain atau kelompok lain... ini sekaligus menjawab pertanyaan mas Alex Ramses... di LDII belum pernah saya diajarkan untuk mengkafirkan orang non LDII... bukan kita yang mencap seseorang itu kafir atau ngga... tp Alloh... Al Quran dan Al Hadits... mungkin itu anggapan org non LDII yang ditangkap sepotong... lagi lewat mesjid LDII sepintas denger pengajian Al Quran yang menceritakan orang kafir.. krn denger nya ngga utuh... lalu menganggap org LDII mengkafirkan org non LDII... selama ngaji ngga pernah kok diajarin mengatakan orang non LDII Kafir dan Najis.. ini perbuatan ngga ada pahala nya kok...

Peace.. ya... Selamat Idul Adha

5:50 PM  
Anonymous Anonymous said...

Temukan letak persis penyimpangan dan kesesatan LDII Quran Hadits Jamaah 354 di milis resmi mantan Islam Jamaah LDII:

islam-jamaah@yahoogroups.com

Dijamin anda akan temukan dan tidak terbantahkan. Dapat dijadwalkan kopi darat pertemuan dengan mantan LDII.
Milis ini terbuka untuk seluruh kaum muslimin yang ingin mengetahui kesesatan QHJ354-LDII, dan juga sebagai media dakwah bagi warga LDII agar kembali ke jalan yang benar.

1:09 PM  
Anonymous Arief Budiarto said...

Diambil dari Republika Online

06 Maret 2007 14:38:00
LDII Bukan Islam Jamaah atau Penerus Ajarannya

Jakarta-RoL -- Ketua Umum Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) KH Abdullah Syam menegaskan organisasi yang dipimpinnya bukan merupakan reinkarnasi atau penjelmaan dari organisasi Islam Jamaah dan bukan pula penerus ajarannya.

Penegasan tersebut, disampaikannya di sela-sela pembukaan Rakernas LDII di Jakarta, Selasa yang dibuka oleh Menkokesra Aburizal Bakrie. "LDII bukan Islam Jamaah apalagi penerus ajarannya," tegasnya.

Ia secara tegas menolak opini dan tuduhan negatif bahwa LDII meneruskan ajaran Islam Jamaah. Menurut Abdullah, LDII justru terus melakukan pembinaan terhadap orang-orang yang dulu menganut paham Islam Jamaah.

Ia juga mengatakan, masjid LDII terbuka untuk umum. "Tuduhan soal keamiran juga tidak benar. Kita mempelajari ilmu kepemimpinan itu, untuk melaksanakan berbagai keputusan LDII agar sampai tingkat bawah," katanya sambil menambahkan bahwa LDII tetap berideologi pada Pancasila dan UUD 1945.

Fokus pengembangan dakwah LDII lebih menekankan pada bidang ekonomi dengan mengembangkan lembaga ekonomi syariah dan bekerja sama dengan semua pihak demi terciptanya kerukunan umat.

LDII katanya, juga terus melakukan pendekatan klarifikasi mulai dari tingkat bawah di berbagai daerah. "Ini sesuai dengan permintaan dari Majelis Ulama Indonesia," katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin meminta LDII agar melakukan klarifikasi dari bawah untuk menyakinkan masyarakat bahwa ajarannya tidak sesat.

Meski demikian, menurut Ma'ruf, MUI sendiri belum mengerluarkan fatwa mengenai LDII, karena sampai saat ini masih dalam proses. Namun, secara pribadi dia menyambut baik kembalinya LDII bergabung dengan MUI serta ormas Islam lainnya.

"Masak orang mau baik tidak boleh. Memangnya kita yang membuka pintu surga," katanya. Ia juga mengaku telah menerima pimpinan LDII dan mendengar penjelasan langsung dari mereka bahwa LDII tidak menganut paham Islam Jamaah yang dianggap sesat. antara

is

--------------------------------------------------------------------------------
Berita ini dikirim melalui Republika Online http://www.republika.co.id
Berita bisa dilihat di : http://www.republika.co.id/Online_detail.asp?id=285120&kat_id=23

5:19 PM  
Anonymous Arief Budiarto said...

Diambil dari Media Indonesia Online

Selasa, 06 Maret 2007 10:54 WIB

LDII Tidak Identik dengan Islam Jemaah

JAKARTA--MIOL: Ketua Umum Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) KH Abdullah Syam menyatakan LDII tidak identik dengan Islam Jemaah yang pernah dilarang berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Saya tegaskan LDII tidak memiliki hubungan dan tidak ada hubungannya dengan Islam Jemaah," kata KH Abdullah Syam pada acara Media Gathering menyambut Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LDII di Jakarta, Senin (5/3).

Menurut Abdullah Syam momentum Rakernas yang berlangsung Selasa (6/3) hingga Kamis (8/3) di Jakarta, akan menjawab berbagai tuduhan miring dan stigma negatif yang pernah melekat pada LDII. Dijadwalkan acara Rakernas yang bakal diikuti ribuan jemaah LDII dari seluruh Indonesia akan dibuka Menko Kesra Aburizal Bakrie.

Kehadiran LDII yang sebelumnyya bernama Lemkari (Lembaga Karyawan Dakwah Islam) didirikan pada 1972 bertujuan meluruskan dan membina para anggota Islam Jemaah. Abdullah Syam mengungkapkan LDII telah menjelaskan kepada Komisi Fatwa MUI yang diketuai KH Ma'ruf Amin, tidak benar anggota LDII pada saat salat berjamaah tidak boleh mengambil imam selain orang dari kelompoknya.

"Kami juga menolak anggapan jemaah LDII suka 'mengkafirkan' mereka yang bukan jamaah LDII," tandasnya.

Koordinator Bidang Dakwah LDII, H Chriswanto Santoso menambahkan tuduhan eksklusif yang dialamatkan kepada LDII juga tidak benar. "LDII tidak mengajarkan doktrin ekslusif dalam bermasyarakat dan juga beribadah, " ujarnya seraya mengakui kemungkinan adanya jemaah yang tidak terkontrol dengan sikap seperti itu.

Namun kalaupun ada, kata Chriswanto, sifatnya perorangan semata dan bukan menjadi ajaran LDII. Ia mengungkapkan Ketua Umum LDII ketika bertemu Ketua Komisi Fatwa MUI KH Ma'ruf Amin dan pimpinan MUI lainnya telah disumpah untuk menyampaikan pernyataan yang benar mengenai LDII.

Menjawab pertanyaan tentang hubungan LDII dengan NU dan Muhammadiyah, Chriswanto menandaskan LDII telah membaur dengan kedua ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut. Bahkan beberapa kader LDII ada yang dipercaya menjadi pengurus MUI di beberapa daerah seperti di Sumatra Selatan dan Jawa Timur.

Ketua Panitia Rakernas LDII Iskandar Siregar mengatakan, rakernas kali ini akan memfokuskan pada pengembangan ekonomi syariah sebagai salah satu solusi dalam peningkatan kesejahteraan umat dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia.

Iskandar mengemukakan sejumlah tokoh telah diundang sebagai pembicara. Antara lain Kapolri Jendral Sutanto, Ketua Komisi Fatwa MUI Ma'ruf Amin, Mendagri Moh Ma'ruf, tokoh NU Ahmad Bagja, pakar ekonomi syariah, praktisi pers dan lain-lain. (Bay/OL-02).

----------------------------------------
Sumber: Media Indonesia Online

Copyright © 2007 Media Indonesia Online. All rights reserved

5:24 PM  
Anonymous Anonymous said...

To temen2 LDII....

MAs kalau tidak mau dikatakan "mencil" (saya tidak bilang sesat lho...) kenapa kalo temen2 LDII sebelum Nikah Di KAU harus diadakan "upacara" Nikah Dalam (ND) apakah tidak cukup tuch nikah Di KUA saja..

memang benar LDII tidak sama dengan Islam Jamaah (menurut pengakuan Web LDII lho..) tapi apa benar orang LDII tidak mengaji QHJ cara 354 yang di pelopori Islam Jamaah.

To temen2 Non LDII
Berhentilah menghujat, karena masih banyak yang harus dibenahi di negara ini bukan hanya LDII. beranntas korupsi, hentikan pungli, entas kemiskinan.. mungkin itu lebih berarti...

Jujur saya senang mengikuti pengajian, entah pengajian di salafi, NU, muhammadiyah maupun pengajian LDII baik pengajian "ke dalam" maupun pengajian "keluar" (beda lho isinya sstt sedikit ada sensor...)

4:02 AM  
Blogger Ermalia said...

Assalamualaikum.
Mas alex dit4ku ldii bkn ajaran sesat,km saling bantu,saling menghormati.dan tau ga mas?dr jaman saya kecil,ibu saya yg notabene warga ldii dan jg ayah ga prnh sekalipun ngelarang kami anak2ny wat sholat dimushola muhamadiyah,tadarus dilanggar nu.bhkan mereka memasukan km dimadrasah milik nu!bgt jg sbliknya kami tdk melarang,tdk menganggap najis orang2 diluar ldii.jd jelaskan!?km tdk sesat apalg menyesatkan.ah mas alex blm tau aja sedalem2ny ldii.cb mas ikut ngaji,tp jgn pura2 ikut ngaji untuk cr kejelekan ldii ya mas,dosa!!

8:58 AM  
Anonymous Anonymous said...

Astagfirullah....
ya bagaimana, orang munafik itu diciptakan Allah juga, setan pasti terkekeh-kekeh sudah menipu ummat manusia. Ada yang sadar tertipu, ada yang ngga sadar..dia sudah tertipu. Ini kehendak ALLAH. Ya ALLAH hancurkanlah orang2 munafik itu....

4:27 AM  
Anonymous Hamba Alloh said...

Nah,,, ntu yang kirim comment ga pke nama....

Coba deh ngaji lagi, Rosululloh aja ga ngajarin untuk mendoakan yang jelek2. Sedangkan sampeyan????

Saya ga ngomong macam2 lho, tinggal koreksi diri aja...

Terus, apakah umat islam harus memilih Islam Jamaah (LDII) atau islam yang suka menjelek2an??

Jadi bingung......

Inget lho, klo belum tau itu nyata atau ngga nyata (fitnah), bisa menimbulkan dosa...
yang menyebar fitnah ya kena dosa, apalagi yang bikin fitnah...

Apakah Islam yang suka menghujat itu baik???

Marilah, utk org2 LDII atau non LDII, kita saling mengkaji Al-Qur'an & Hadits.

Kasian orang2 yang awam.. Pada kebingungan, mau ikut yang mana....

LDII yang katanya org2 yg ga suka itu sesat, atau orang2 Islam yg suka menghujat dan menebar fitnah???

1:13 PM  
Blogger kiki's shop said...

Ketika aku selesai sholat di masjid LDII mereka buru-buru mengepelnya dan menyucinya....sungguh miris hati aku. Ketika aku hendak sholat jum'at dengan temanku yang LDII dia mengajakuk untuk sholat di masjidnya yang nun jauh disana (2kali naek angkot coba)padahal di tempat kami tinggal ada mesjid besar.
mereka taqiyah ya...taqiyah ntu artinya berbohongkan?!!
mereka baik tapi berbohong...manusia bisa aja di bohongi tapi Alloh tak dapat di bohongi
kalo LDII ajarannya benar kenapa tidak ikut aja tantangan MAS ALEX untuk ber-MUBAHALAH. Kalo ente2 pada takut berarti ente sesat donk

8:39 AM  
Anonymous Hamba Alloh said...

Untuk Kiki,,,

Klo anda bilang org LDII langsung buru2 ngepel bekas sholat anda, mungkin saat anda masuk masjid memakai alas kaki yang membawa kotoran.

Tak usahlah anda menambah-nambahkan fitnah. Apakah yang dianggap bnr itu umat islam seperti anda yang suka fitnah??

Wah,, Iblis bersarang pada hati manusia yang iri, dengki, dngan membuat fitnah, su/udzon..

Istighfarlah anda. Saya pun tidak membela LDII. Tapi dari ujung dunia satu ke ujung yang lain saya yakin LDII itu sama. Saya hidup berdampingan dgn mereka..

Sub'hanalloh, mereka yang begitu baik2 mlh anda fitnah. Belajarlah dengan ilmu Islam yang baik. Bukan pada umat islam yang mengajarkan dan menebar fitnah, menghujat. Berfikirlah secara sehat.

Musuh2 Islam sungguh akan tertawa terbahak-bahak. Karena agama mereka tidak spt Islam disini, saling mencela. Ingat, jangan mau menjadi budak Iblis yang telah meminta izin kpd Alloh utk menyesatkan anak turun adam.

9:28 PM  
Anonymous Anonymous said...

Ana tetep milih di LDII....

9:01 AM  
Anonymous Anonymous said...

Lebih gw tetep di LDII, lebih jelas benarnya, konsisten implementasi Quran Hadistnya, daripada koar koar macem macem mengkritisi pemahaman orang lebih baik benahi agama diri sendiri dulu,...

11:02 AM  
Anonymous Anonymous said...

Semakin banyak yang menjelekkan LDII, saya sangat bangga dan sayang sama LDII, karena sudah tau, kalau barang yang benar itu banyak yg merintangi. bayangkan iblis di ciptakan ada 8 setiap ada 1 manuasia yg lahir.. untuk itu jangan saling caci maki, ayo, mengaji alquran dan alhadist, sehingga akan tau kebenaran yg hakiki, sebelum kedatangan sakarotul maut.

6:39 AM  
Anonymous Anonymous said...

Tulisan di blog ini benar adanya. Kelompok Islam Jama'ah memang gemar bertaqiyah

11:54 PM  
Blogger inspiringscene said...

buka deh situs http://jokam354.com
disitu dibahas secara ilmiah (qolallah, qolarasul, wa qolasahabah) tentang 'kes354tan' LDII

7:13 AM  

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home

Site Meter